judul

Dagang Kaos Merk Import
+++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++++

Selasa, 19 Oktober 2010

Malaysia Dikepung Asap 'Ekspor' dari Sumatera


Masyarakat Malaysia kembali dipaksa sesak nafas. Sebab, kebakaran hutan yang melanda wilayah Sumatera mengirimkan asapnya sampai ke negeri jiran.

Seperti dimuat situs Bernama, Selasa 19 Oktober 2010 malam,
Indeks Pencemaran Udara (IPU) menunjukkan, sepanjang 24 jam terakhir, udara tak sehat untuk dihirup.

Kemerosotan kualitas udara dirasakan sejak Sabtu (16/10) lalu hingga kini di wilayah utara Johor, Melaka, Negeri Sembilan dan Selangor.

Tak hanya itu, asap juga mengganggu jarak pandang. Badan Mateorologi Malaysia mengatakan jarak pandang di siang hari di beberapa kawasan hanya empat sampai 7 kilometer.

Berdasarkan data satelit yang dikeluarkan "ASEAN Specialised Meteorological Centre", ada peningkatan titik api di Sumatera. Kemarin, titik api berjumlah 358, sementara dua hari sebelumnya baru 244 titik.

Pemerintah di wilayah Sumatera bukannya tak berusaha untuk memadamkan titik-titik api.

Wakil Gubernur Riau, Raja Mambang Mit meminta agar pemerintah pusat membantu membuat hujan buatan. Ini untuk mengatasi kebakaran hutan dan lahan.

Berdasarkan pantauan, saat ini ada 144 titik api di Riau. "Terutama di Bengkalis dan Rokan Hilir. Kita sudah turunkan tim untuk menanganinya," sebut Mambang.

Ia mengakui, selain hutan, kawasan kebun sawit K2i yang diperuntukkan pemerintah provinsi Riau bagi masyarakat miskin ikut terbakar. Setidaknya, ada sekitar 300 hektare kebun sawit K2i ikut terbakar.

"Saya minta tim yang diturunkan ke lapangan berkoordinasi dengan pemerintah kabupaten/kota setempat. Dan tindak tegas pelaku pembakaran," ujarnnya.

Sementara itu, Sekretaris Pusdalkarhutla yang juga Kepala BLH Riau, Ir Fadrizal Labay menyebutkan bahwa dari 144 titik api yang ada di Riau, 38 berada di kawasan perkebunan, 38 di kawasan HTI, 5 titk di HPH dan selebihnya Areal Pengguna Lain (APL).